Friday, November 13, 2009

Biodata Nifa, Putri, Dhina

Nama : Hanifah Puteri Indirasari / Hanifah Indirasari
Kelas : 6 SD
Umur : 12 tahun
Kampung Halaman : Selangor, Malaysia, Cipanas, Cibubur, Jakarta, Desa Hijau
Skul : SD Kertajati Cipanas
Saudara : Saputri Ilmiasari, Nadhina Safira Indisari
Sepupu Favorit : Titian Larasnya, Zafita Permata

--------------^v^-----------------------
Nama : Saputri Ilmiasari
Kelas : 5 SD
Umur : 11 tahun.
Kampung Halaman : Medan, Cipanas, Cibubur, Jakarta, Pedesaan Hijau
Skul : SDIT Taufik Akbar II
Saudara : Hanifah Saputri Indirasari, Nadhina Safira Indisari
Sepupu Favorit : Irene Wahyudin, Titian Larasnya, Salsabila Yanti Taufik Akbar,

---------------O_o------------------------
Nama : Nadhina Safira Indirasari
Kelas : 3 SD
Umur : 7 Tahun
Kampung Halaman : Medan, Cipanas, Cibubur, Jakarta, Desa Hijau
Skul : Homeschooling Siti Azahra
Saudara: Hanifah Puteri Indirasari . Saputri Ilmiasari
Sepupu Favorit : Salsabila Yanti Taufik Akbar, Irene Wahyudin, Gustin Kristina Pyioda, Titian Larasnya, Zafita Permata, Angelina Yohanes Saprita,

Yang lain tentang Hanifah Indirasari
akulah pemilik blog ini hahaha!!!! X-) Aku dilahirkan di Malaysia, 18 Februari 1997, asyiknya lahir di Malaysia.. akulah anak pertama dari 3 bersaudara, adikku Saputri Ilmiasari yang sekarang kelas 5 SD sedang sibuk ngurusi pianikanya, Putri ini dulu lucu, suka gigit bebek hidup kalau ada yang suka masuk di rumah di desa hijau... oh iya! Gini, aku dulu tinggal di rumah ayun, lucu kan, rumahnya bisa berayun kalau diloncatin, tepatnya di Desa Hijau di NTT, ayahku bernama Yatno Saputro dan ibuku Cindy Ashfira Yuanita, kata mereka di malaysia aku punya teman orang India yang bernama Nadhaya, di kampung hijau itu asyik, kalau mau mandi aku mandi di sungai, ayahku dari Jawa dan ibuku dari NTT. Kedua orangtuaku bertemu di Jogjakarta terus mereka tinggal di rumah ibuku dulu di NTT terus ayah ada tugas dan ibu ikut kebetulan aku ikut juga dan lahir di negeri jiran (malaysia) itu.

nenekku bernama fariatun dan kakekku bernama Tjahjadi, adikku yang bernama Dhina sangat suka tinggal di kampung hijau, jika ingin ke rumah tetangga, ada tali seperti tandu yang menghubungkan antara satu rumah dengan rumah lainnya, dibawah masing-masing rumah ada air yang segar yang sangat diperlukan bagi kami, aku mandi di sana dan ikannya besar-besar, pamanku, David Harianto, sangat suka menangkap ikan di kampung hijau, yang namanya 'desa/kampung hijau' pasti isinya hijau karena rumahnya tidak punya halaman dan halamannya cuma sawah yang saaangat hijau, setiap pagi banyak orang yang datang untuk olahraga atau bersemedi bahkan ada yang berpiknik dibawah rumah bahkan dibawah pohon, di kampung hijau aku juga memelihara anak singa liar yang namanya Puneg, kakek yang menamakan, kakek suka berburu kadal hijau dan dijual dengan harga yang mahal ke kota. Di desaku kalau mau main komputer ada ruangan khusus, bayar cuma 500 sepuasnya, disitu juga ada perpustakaannya, jadi kalau merasa mata sudah puyeng, kita bisa membaca buku.

Epps!
Di kampung hijau juga ada kebun desa hijau namanya, didalamnya ada kayak air seperti danau/sungai kemudian ada kebun yang sangat hijau, di desa hijau, kami punya ruangan pendidikan, jadi tidak ada sekolah tapi ada ruangan dari kayu yang hangat dan sejuk, ada penjaganya pula, meski tanpa AC tapi kampung bunda lebih asyik dari kampung ayah, di kampung ayah banyak sekali kendaraan yang membuat kami terganggu, tidak seperti di desa hijau, hijaunya benar benar hijau..

tunggu kami di cerita selanjutnya makasih.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment